Puluhan mahasiswa mahasiswi yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) asal Pamanukan telah melakukan orasi di jalan perempatan Wisma Karya Kel. Karanganyar Kec/Kab. Subang pimpinan Ahmad Sobari telah melakukan Aksi Unjuk rasa yang berkaitan dengan hari Santri Nasional .22/10/2015
Kamis 22/10/2015 pukul 09.30Aksi berpanas panasan di bawah terik matahari siang dan aksi duduk diatas panasnya jalan beraspal telah dilakukan oleh para mahasiswa sambil berorasi meneriakan Aspirasinya antara lain " jangan mendiskriminasikan santri, perhatikan guru ngaji dan perhatikan pesantren," teriak Ahmad Sobari.
Alunan suara salawat nabi dikumandangkan oleh para mahasiswa dan mahasiswi sebagai pengiring Orasi di pinggian jalan pada perempatan jalan lampu merah Wisma Karya yang dilakukan .dengan tertib dengan tak mengganggu arus lalu lintas sambil meneriakan bahwa pada Hari ini adalah Hari Santri nasional.
" Tolong Perhatikan Guru ngaji karena guru ngaji adalah pembentuk Karakter pertama anak, Kami dari PMII memperjuangakan para Santri yang ada di Kab. Subang
Hari ini Pemerintah harus mendukung Santri, Tolong Pemerintah Perhatikan Pesantren pesantren dan para santri yang terasa di acuhkan oleh pemerintah," teriak Ahmad Sobari.
Usai berorasi . di lampu merah Wisma Karya massa kembali Untuk melanjutkan aksi ke Kantor Pemda Subang dengan berjalan kaki, sesampainya di Kantor Pemda Subang kembali diserukan bahwa pada hari ini adalah Hari Santri Nasional
Aksi teaterikal dan gema tahlilan mengiringi suara teriakan Akhmad Sobari ,".Ada sesuatu yang terlupakan dalam catatan sejarah perjuangan nasional dan dalam sejarah tidak dimuat Bahwa Santri adalah Pahlawan Bangsa .para santri membantu dalam memperjuangkan Kemerdekaan Bangsa tetapi mengapa Pada jaman ini para Santri diacuhkan dan tak diperhatikan ."
" Guru ngaji harus diperhatikan karena menurut Bung Tomo Guru adalah Pembentuk Karakter Bangsa," tambah Akhmad Sobari.
" Terima kasih PMII telah diingarkan bahwa pada hari ini hari Santri nasional. para santri tidak pernah dibeda-bedakan dengan pelajar lainnya saya bisa jamin itu, kami tiap tahun sudah mengalokasikan dana buat Guru ngaji walaupun belum terdata semuanya," tutur Cecep Supriatin Asda II kab.Subang.
"Memang benar kurang perhatian dari pemda buat Pesantren pesatren di Kab. Subang namun saya bangga bahwa banyak santri-santri dari luar wilayah Kab. Subang yang ingin menimba ilmu di pesantren2 Kab. Subang mudah - mudahan kedepannya hari santri ini bisa diperingati oleh setiap masyarakat," tambah Cecep Supriatin
Jam sbelas seperempat massa PMIi Subang bubarkan diri dan kembali ketempat titik kumpulnya dengan.pengawalan Polisi hingga massa tinggalkan Subang untuk kembali ke Pamanukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar